Sastrawan Indramayu Menyatu Dalam Puisi Ditengah Pandemi

- 27 Juli 2020, 10:01 WIB
Hari Puisi

INDRAMAYU, (DK). –

Memperingati Hari Puisi Indonesia, para pegiat seni Dewan Kesenian Indramayu (DKI) menggelar kegiatan diskusi sastra dan pembacaan puisi. Acara ini mendapat antusias baik dengan diikuti berbagai kalangan masyarakat Indramayu sebagai pesertanya.

Mengusung tema “Puisi Yang Menyatukan, even ini berlangsung di Gedung Kesenian Mama Sugra Indramayu, Minggu (26/7/2020). Dan, hadir pula Acep Syahril dan Supali Kasim selaku pembicara sekaligus pegiat sastra di Indramayu.

Acep Syahril mengemukakan, peringatan Hari Puisi Indonesia pada tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena dilaksanakan di tengah-tengah pandemi Covid-19 yaitu pada masa transisi menuju new normal/Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Dengan menyatukan puisi dalam berbagai aktivitas, kami menyuarakan berbagai perasaan mewakili kepanikan, ketakutan, keterpurukan, dan kejatuhan masyarakat Indonesia di tengah-tengah wabah Covid-19," ucap Acep Syahril.

Sambungnya, puisi dapat menyatukan pemikiran tentang sebuah persoalan dalam konteks Sosio-Kultural serta dokumentasi perjalanan peradaban manusia saat ini di tengah-tengah pandemi Covid-19.

"Lantas bukankah kekuatan kata yang diusung para penyair ini merupakan sebagai bentuk dukungan moril terhadap situasi pandemi," tutur Acep Syahril dalam sambutannya di Pagelaran Hari Puisi Indonesia di Gedung Kesenian Mama Sugra Indramayu.

Di tempat yang sama, Supali Kasim, yang merupakan salah satu pembicara di acara diskusi sastra pada peringatan Hari Puisi Indonesia yang diselenggarakan Dewan Kesenian Indramayu menyayangkan atas adanya kemunduran sebuah karya puisi di tengah kehadiran teknologi saat ini.

"Era teknologi informasi dan komunikasi memang telah menumbuh suburkan media sosial, demikian pula jumlah penerbitan buku. Di media sosial setiap hari atau setiap jam atau setiap menit pun bisa mengunggah puisi," ucapnya.

Halaman:

Editor: Erix Exvrayanto


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X